Legenda Prajurit Sparta Terkenal Karena Ketangguhannya

Legenda prajurit Sparta begitu terkenal sehingga kisah tentangnya terus lestari gaungnya terdengar sampai ke seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia. Salah satu sumbangsih terbesar yang membuat kemashyuran nama besar pasukan Sparta melambung tinggi adalah kesuksesan menakjubkan film Hollywood berjudul 300.

Para personil yang tergabung dalam pasukan militer Sparta berasal dari wilayah Yunani kuno bernama sama, yaitu kota Sparta. Sekumpulan orang terpilih itu telah berkontribusi sangat besar demi memajukan peradaban masyarakat di negara otonom Sparta semasa ia berjaya.

Tujuan utama rakyat sebagai warga negara Sparta yang resmi yaitu harus mengikuti wajib militer sebagai perintah langsung dari sang raja. Pemimpin tertinggi dalam kerajaan Sparta tersebut menghendaki supaya mayoritas penduduknya memiliki ketahanan fisik di atas rata – rata melebihi batas normal. Kengerian serupa terpancar pula pada kisah sejarah tentara Mongolia yang pernah kami bahas.

Legenda Prajurit Sparta Terkenal Karena Ketangguhannya

Sang raja bahkan memerintahkan agar para anak – anak mulai diperkenalkan dunia kemiliteran sejak dini supaya terbiasa kala menginjak usia remaja. Itulah sebabnya mengapa legenda prajurit Sparta begitu menakutkan, karena setiap personilnya punya kematangan baik akan pengetahuan serta teknik berperang.

Semasa negara Sparta menikmati masa keemasannya sekitaran abad 6 sampai 4 Sebelum Masehi, ketangguhan tentara mereka tersebar ke seluruh Yunani. Ungkapan paling terkenal hingga sekarang yaitu mengenai rumor mengatakan bahwa satu prajurit Sparta setara nilainya dengan beberapa tentara sekaligus dari negara tetangga.

Legenda Prajurit Sparta Begitu Menakutkan Di Mata Musuhnya

Setiap kali pihak musuh mendengar legenda prajurit Sparta yang begitu populer, besar kemungkinan mereka memilih mundur saja dari peperangan. Bagaimana tidak, menjelang usia 18 tahun maka penghuni Sparta langsung dikirim ke camp militer terdekat untuk menerima serangkaian pelatihan intensif.

Supaya mentalnya terbentuk menjadi tangguh dan berprinsip baja, setiap dari mereka akan mendapat perintah untuk membunuh seorang budak atau Helot. Dengan demikian, seluruh keraguan maupun sifat pecundang akan sirna sehingga bisa fokus menebas musuh di medan perang tanpa rasa ampun.

Selama bertugas, prajurit Sparta junior hanya membawa sebilah pisau sebagai senjata, dan mengabaikan sejumlah perlengkapan perang pada umumnya seperti tombak. Tujuannnya yaitu untuk meringankan beban sehingga dapat bergerak lebih leluasa dan efisien, meskipun konsekuensinya harus waspada akan pertarungan satu lawan satu.

300 tentara Sparta sanggup melawan ratusan ribu pasukan musuh

Mereka juga punya kebiasaan untuk bergerak secara berkelompok dalam jumlah sedikit demi menghindari perhatian mencolok oleh petugas pemantau milik musuh. Supaya lebih low profile lagi, junior Sparta ini juga melaksanakan tugasnya menjelang larut malam agar pergerakannya lebih sulit terprediksi pihak lawan.

Menghabisi nyawa budak adalah syarat wajib terpenuhi apabila seorang junior Sparta ingin lulus dari latihan kemiliterannya dan dilantik sebagai prajurit sungguhan. Tugas ini bukanlah perkara mudah, pasalnya para budak pun punya sistem pertahanan diri yang cukup ketat dan terlatih untuk bertarung jarak dekat.

Asal Usul Personil Tentara Sparta Punya Kualitas Tinggi

Legenda prajurit Sparta bukanlah sekedar merupakan isapan jempol belaka, karena para peneliti serta arkeolog berpengalaman pun mengamini kehebatannya. Pasukan Sparta merupakan kekuatan militer kelas elit pada zaman dahulu kala serta memiliki daya hancur luar biasa, sehingga banyak musuh takluk olehnya.

Apabila anda terkejut mendengar anak kecil wajib berlatih ketentaraan, maka ketahuilah bahwa mereka telah terpilih sejak usia bayi masih bulanan. Para pejabat berwenang akan mengamati bayi merah ini secara teliti dan mendetail khususnya pada ciri – ciri fisik serta sifat karakteristiknya.

Ketika gagal dari ujian kelulusan seleksi karena tidak sesuai kriteria, maka bayi malang tersebut akan dibuang ke bukit penuh hutan belantara. Jika Tuhan mengizinkan, bisa saja nasib bayi tersebut lebih beruntung karena ditemukan oleh penduduk setempat sebelum diterkam binatang buas.

prajurit sparta telah berlatih sejak balita

Salah satu cara menguji nyali bayi yang menjadi calon prajurit termasuk kejam dan sadis sehingga menyayat hati kita semua. Mulanya ia akan ditinggalkan sendirian dalam ruangan gelap gulita, lalu apabila ia tetap diam maka akan dianggap lulus ujian.

Mulai menginjak usia 5 tahun, bayi yang kini telah beranjak memasuki masa kanak – kanaknya akan langsung diantar ke barak tentara. Semua balita tersebut akan belajar cara mengayunkan senjata serta mengoptimalkan penggunaan perlengkapan perang dengan menggunakan senjata sungguhan alias bukan tiruan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *