Sejarah Prajurit Perang Salib Bertebaran di kota Paris

Sejarah prajurit Perang Salib rupanya masih bisa kita telusuri dengan begitu banyaknya bukti peperangan bertebaran di sekitaran wilayah kota Paris, Prancis. Prajurit Perang Salib yang dalam bahasa Inggris punya julukan Knights Templar sangat populer di kalangan industri perfilman Hollywood seperti The da Vinci Code maupun Indiana Jones.

Knights Templar berulang kali diperagakan ulang oleh para pemeran bersetelan maupun aktor kawakan sekalipun mulai dari bayaran figuran hingga yang paling mahal. Namun, seakan tak ada habisnya membahas kisah kawanan prajurit ini hingga berkembang menjadi sebuah imajinasi liar sekaligus kolektif pada masyarakat modern.

Sejarah Prajurit Perang Salib Bertebaran di kota Paris

Ketika seorang jurnalis BBC mencoba menjelajahi tempat kejadian perkara pada musim semi, ia sedang beristirahat di area Marais, Paris. Seluruh penduduk kota sedang riang gembira menyambut datangnya angin hangat musim semi seraya berakhir pula periode musim dingin panjang yang membekukan jalanan dan danau.

Sementara semua orang sedang gegap gempita di permukaan jalan, justru sang jurnalis berpikir sebaliknya dan memusatkan perhatiannya pada sesuatu yang lain. Ia mencoba mencari tahu bagaimana caranya menggali informasi dari bawah tanah, sebab banyak misteri besar terkubur di balik riuhnya jalan raya distrik Marais.

Bahkan warga setempat pun masih banyak yang kurang menyadari bahwa di dalam tanah Marais tersimpan peninggalan bersejarah bekas Perang Salib dulu. Salah satunya yaitu reruntuhan benteng milik kawanan Knights Templar yang bukan hanya misterius, melainkan juga menawarkan godaan tersendiri untuk kita masuk ke dalamnya.

Sejarah Prajurit Perang Salib Tersimpan Rapi di Bawah Tanah

Perjalanan untuk menguak kisah sejarah prajurit Perang Salib pun akhirnya memasuki tahap awal, yaitu sesi pengumpulan informasi. The Knights Templar pertama kali diketahui muncul pada tahun 1099 ketika rombongan kerajaan katolik asal Eropa berusaha merebut kekuasaan Yerusalem atas kubu umat Muslim.

Pemicunya tak lain adalah isu SARA, manakala penganut katolik dari Eropa hendak menunaikan ibadah ke tanah suci menuju Yerusalem. Sepanjang perjalanan, tentu mereka wajib melintasi area kekuasaan kerajaan islam apalagi Yerusalem itu sendiri berada di bawah teritorial umat muslim kala itu.

Sejarah Prajurit Perang Salib Tersimpan Rapi di Bawah Tanah

Kebanyakan para peziarah tanah suci ini tidak kembali dengan utuh, setidaknya habis dirampok atau yang paling parah harus meregang nyawa. Melihat peristiwa ini terjadi berulang kali, seorang tentara Prancis yaitu Hugues de Payens membentuk satuan militer kecil beranggotakan delapan orang terpilih untuk menyelesaikan perkara.

Kedelapan prajurit pilihannya ia beri nama Ksatria Kristus Papa Kuil Salomo, kemudian berganti nama menjadi Knights Templar pada 1118 atau 19 tahun kemudian. Sebagai pasukan khusus team elite papan atas, tentu saja mereka harus punya markas tersendiri untuk merancang strategi sematang mungkin menghadapi lawannya.

Sesungguhnya selalu ada saja tokoh perang di setiap masa yang ikonik dan berperang sambil membawa harga diri bangsa dan negara, tak terkecuali Knights Templar ini. Lebih dari 800 tahun kemudian, kita pun dapat melihat semangat serupa tertanam dalam kisah Letnan Hiroo Onoda menolak move on pasca Perang Dunia II dan bersembunyi di hutan Filipina.

Tujuan Awal Terbentuknya Knights Templar Untuk Melindungi Peziarah Kristen

Sejarah prajurit Perang Salib sama sekali jauh dari kata peperangan karena awalnya mereka dibentuk untuk mengamankan para peziarah Kristen ke Yerusalem. Markas mereka berada pada suatu tempat di Haram al Sharif, bersumpah untuk memastikan keselamatan setiap umat katolik yang hendak berziarah ke tanah suci di wilayah Yerusalem.

Mayoritas warga Eropa merasa terbantu oleh jasa Knights Templar sehingga menghadiahi mereka bermacam – macam harta benda dan perlengkapan. Dalam tempo singkat, tahun 1139 Knights Templar semakin mengokohkan pondasinya, apalagi dengan jumlah harta terkumpul selama ini dari hasil menjual jasa bodyguard kepada para peziarah Eropa.

Tujuan Awal Terbentuknya Knights Templar Sejarah Prajurit Perang Salib

Puncaknya yaitu ketika kisah heroik mereka sampai ke telinga sang Raja Louis VII, manakala kemudian beliau tertarik berpartisipasi dalam proyek mereka. Tak lama kemudian, markas baru hasil pemberian sang raja telah resmi berdiri di sebelah timur laut dari Paris, eksklusif hanya demi komunitas Knights Templar tanpa boleh dimasuki oleh orang asing.

Knights Templar memiliki anggota dari berbagai macam bendera negara, hanya saja bagaimanapun pendiri kelompok elit tersebut adalah warga Prancis tulen. Para pimpinan lapis satu pun hampir seluruhnya dipegang oleh orang Prancis, membuat negara ini menjadi basis terkuat prajurit Perang Salib di Eropa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *